BEST OFFER EVER

Fee Buy-Sell: 0,15%-0,25% sampai dengan 0,08%-0,18% minimum deposit 10 JUTA RUPIAH

20100218

Market Outlook 18 Feb 2010




eTrading’s Market Flash

Þ US: Dow Jones Tutup diatas 10,300


News Highlight

Economic & Industrial News
Þ Economic: Ekonomi Indonesia Masuk Tahap Ekspansi
Þ Economic: Pemerintah Tetapkan 3 Sektor Prioritas
Þ Economic: Tunggakan Pajak Turun jadi Rp44 Triliun
Þ Energy: PLN Jajaki Emisi Obligasi Rp19 Triliun
Þ Banking: Laba Bank Lampaui Kredit


Corporate News
Þ ISAT: Tunjuk 5 Underwriter
Þ PICO: Raih Penjualan Rp607 Miliar
Þ BNBR: Saham di Energi Terdilisu 15%
Þ PTBA: Gandeng South African Synthetic
Þ BBTN: Tunjuk 3 Penjamin Emisi Bond
Þ CPRO: Dapat Restu Penundaan Bayar Obligasi Hingga Juni 2010
Þ BDMN: Danamon Spin Off Syariah Tahun 2012
Þ BMRI: Divestasi Saham BNI dan Mandiri Tertunda 3 Tahun


Rumours
Þ Saham PT Budi Acid Tbk (BUDI) dikabarkan sedang diakumulasi oleh broker asing.Perseroan disebut-sebut menjajaki akusisi pabrik gula sehingga memberikan nilai tambah bagi perusahaan. Pasalnya, konsumsi gula di Indonesia sangat tinggi. Harga BUDI berpeluang menguat menuju Rp285 dalan jangka pendek. Proyek biogas perseroan yang akan beroperasi tahun ini juga bakal memicu kenaikan harga saham. (Investor/nlt)

Þ Produsen ban dunia, Michelin, disebut-sebut oleh beberapa pelaku pasar akan membeli 44% saham PT Gjaah Tunggal Tbk (GJTL) milik Denham Pte Ltd. Michelin yang kini memiliki 10% saham bakal meningkatkan kepemilikannya menjadi 54%. Harga GJTL saat ini sangat murah dengan price to earning (PE) dua kali. Harga GJTL berpotensi menuju Rp700. (Investor/nlt)


Technical Picks
Þ BUMI (2425) – Sell On Strength
Þ BMRI (4500) – Sell on Strength
Þ UNSP (530) – Trading BUY
Þ INDY (2400) – Trading BUY


Market Flash

Dow Jones: Pasar saham US kembali mengalami kenaikan, 1 hari setelah mengalami rally terbesar sejak bulan November untuk indeks Standard & Poor's 500, setelah pendapatan, produksi industri dan data perumahan di atas estimasi sehingga menumbuhkan kepercayaan dalam perbaikan ekonomi. Deere & Co., perusahaan terbesar pembuat alat-alat peternakan, mengalami kenaikan 5% setelah pendapatannya didorong oleh efisiensi biaya bahan material. Whole Foods Market Inc., perusahaan grosir makanan berbahan alami terbesar di US naik 13% setelah menaikkan estimasi penghasilan. Pasar saham masih mengalami kenaikan setelah hasil meeting Federal Reserve bulan lalu menunjukkan para pembuat kebijakan memperdebatkan bagaiamana dan kapan mengecilkan neraca bank sentral sebesar $2.26 triliun. Indeks Standard & Poor's 500 (+0.4%) ke 1,099.51. Dow Jones Industrial Average (+0.4%) ke 10,309.24.

Regional Pagi: Indeks Regional: S&P/ASX 200 (-0.2%)Bursa Asia turun tipis di awal perdagangan Kamis. Saham-saham Australia melemah, dipimpin oleh perusahaan maskapai setelah keluarnya laporan keuangan yang mengecewakan dari Qantas Airways Ltd. Saham Qantas (-4.7%) dan Virgin Blue Holdings Ltd (-3.2%). Qantas berhasil mencetak laba namun hasil tersebut meleset dari estimasi sejumlah analis. Newcrest Mining Ltd (-0.8%) dan BHP Billiton Ltd (-0.7%). Namun, Lihir Gold Ltd (+0.4%) setelah melaporkan kenaikan laba hingga lebih dari 50% pada 2009. S&P/ASX 200 (-0.2%) 4,660, Nikkei 225 (-0.12%) 10,295, Kospi (-0.36%) 1621, STI (-0.2%) 2789.

Commodity: Minyak Diperdagangkan Mendekati Level Tertinggi Dalam 4 MingguMinyak mentah diperdagangkan mendekati level tertinggi dalam 4 minggu di New York setelah naiknya optimisme bahwa permintaan bahan bakar akan naik di tengah perubahan prospek perbaikan ekonomi di US, negara konsumen energy terbesar di dunia. Pergerakan harga minyak dipengaruhi oleh kenaikan dari pasar saham setelah pendapatan perusahaan di atas estimasi dan Federal Reserve melaporkan hasil output dari factories dan mining naik di bulan Januari. Minyak mentah (-0.5%) ke $ 77/barrel.

Economic & Industrial News

Economic: Ekonomi Indonesia Masuk Tahap Ekspansi
Perekonomian Indonesia diperkirakan sudah masuk dalam fase ekspansi dan akan berlangsung hingga 7 tahun mendatang, dengan potensi pertumbuhan pada tahun ini menyentuh 6%. Ekonom Dana Reksa Research Institute, mengatakan fase ekspansi ekonomi Indonesia selama 7 tahun termasuk lama apabila dibandingkan dengan rata-rata negara-negara lain yang membutuhkan waktu lebih pendek.(bisnis/yc)

Economic: Pemerintah Tetapkan 3 Sektor Prioritas
Sektor energi, transportasi, dan telekomunikasi akan menjadi fokus utama pemerintah dalam pembangunan infrastruktur periode 2010-2014. Untuk mempercepat pembangunan seluruh proyek infrastruktur, yang alam 5 tahun ke depan diperkirakan membutuhkan total dana investasi Rp2.000 T, akan diterbitkan instruksi presiden (inpres).(bisnis/yc)

Economic: Tunggakan Pajak Turun jadi Rp44 Triliun
Dirjen Pajak Mochamad Tjiptardjo mengungkapkan, total tunggakan pejak per 17 Februari 2010 mencapai Rp44 triliun. Jumlah tunggakan itu menyusut dibandingkan data per 31 Desember 2009 yang mencapai Rp51 triliun. (Investor/nlt)

Energy: PLN Jajaki Emisi Obligasi Rp19 Triliun
PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) menjajaki penerbitan obligasi internasional (global bonds) dan obligasi rupiah senilai total US$2 miliar atau sekitar Rp19 triliun tahun ini. Dana hasil emisi surat utang tersebut akan digunakan untuk membaiayai proyek pembangkit listrik. (Investor/nlt)

Banking: Laba Bank Lampaui Kredit
Perbankan mendulang untung dari momentum kesepakatan penurunan suku bunga deposito dengan menahan pemangkasan bunga kredit, sehingga laba perbankan tahun lalu melonjak lebih besar dibandingkan ekspansi kredit. Berdasarkan data BI per Desember 2009 pendapatan rata-rata operasional perbankan lebih besar dibandingkan dengan kuartal sebelumnya, yakni dari Rp74,1 T dari semula Rp70,6 T. (bisnis/yc)

Corporate News

ISAT: Tunjuk 5 Underwriter
Manajemen PT Indosat Tbk (ISAT) menunjuk lima penjamin emisi untuk menangani rencana penerbitan obligasi berkisar US$ 600 juta- US$ 750 juta pada tahun ini. Beberapa eksekutif yang mendengar informasi tersebut mengatakan kelima underwriter tersebut yaitu Citi, DBS Vickers, Deutsche Bank, HSBC, dan RBS. Dana hasil penerbitan obligasi tersebut akan digunakan untuk membiayai belanja modal dan membiayai kembali utang yang akan jatuh tempo pada Oktober dan November tahun ini. (bisnis/uth)

PICO: Raih Penjualan Rp607 Miliar
PT Pelangi Indah Canindo Tbk (PICO) mencetak pendapatan belum diaudit akhir 2009 sebesar Rp607 miliar atau naik tipis dibandingkan realisasi tahun sebelumnya Rp600 miliar. Kenaikan pendapatan dipicu peningkatan penjualan tabung gas perseroan. (Investor/nlt)

BNBR: Saham di Energi Terdilisu 15%
Kepemilikan saham PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) di Energy Mega Persada Tbk (ENRG) berkurang 15,08% menjadi 28,12%, dari sebelumnya 43,2%. Dilusi itu terjadi setelah Energi Mega merampungkan penerbitan sahan baru (right issue). BNBR telah mengeksekusi sekitar 4,9 dari 26,18 miliar saham baru yang diterbitkan Energi Mega. Harga pelaksanaannya Ro185 per saham. BNBR telah menggelontorkan dana Rp912 miliar. (Investor/nlt)


PTBA: Gandeng South African Synthetic
PTBA sedang mengintensifkan pembahasan kerja sama dengan South African Synthetic Oil Ltd (SASOL) untuk memproduksi batubara cair menajdi bahan bakar minyak. SASOL membutuhkan cadangan batubara sebanyak 2 miliar ton untuk dicairkan menjadi minyak dalam kurun waktu 30 tahun. Namun demikian, pihaknya belum bersedia menyebutkan nilai investasinya, karena masih penjajakan kerja sama tahap awal. (Investor/nlt)
BBTN: Tunjuk 3 Penjamin Emisi Bond
PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) menunjuk 3 penjamin pelaksana emisi obligasi XIV senilai Rp 1,5 triliun - Rp 2 triliun yang akan diterbitkan sebelum pertengahan tahun. Ketiga penjamin emisi tersebut yaitu PT Mandiri Sekuritas, PT Indopremier Securities, dan PT Bahana Securities. Sebelumnya, BTN telah mengundang 10 perusahaan efek guna mengikuti seleksi. (bisnis/uth)
CPRO: Dapat Restu Penundaan Bayar Obligasi Hingga Juni 2010
PT Central Proteinaprima Tbk (CPRO) berhasil memperoleh restu dari para kreditur untuk menunda pembayaran cicilan obligasi global hingga akhir Juni mendatang. Albert Sebastian, Sekretaris Perusahaan CPRO, mengatakan perjanjian standstill atau penundaan pembayaran antara CPRO dengan pemegang obligasi Blue Ocean Resources telah menjadi efektif. Perjanjian tersebut berlaku hingga 28 juni 2010.(kontan/uth)

BDMN: Danamon Spin Off Syariah Tahun 2012
Bank Danamon berniat memisahkan atau spin off unit usaha syariah (UUS) menjadi Bank Danamon Syariah. Langkah ini merupakan strategi untuk lebih fokus di industri perbankan syariah. Rencananya, Danamon akan merealisasikan rencana tersebut pada tahun 2012 mendatang. Dan sambil menunggu terealisasinya rencana tersebut, Danamon akan melakukan sejumlah persiapan diantaranya terkait ketersediaan SDM, caranya yaitu dengan merekrut 13.000 karyawan baru. (kontan/uth)

BMRI: Divestasi Saham BNI dan Mandiri Tertunda 3 Tahun
Kementerian BUMN menyatakan izin dari pemerintah dan DPR untuk right issue PT Bank Negara Indonesia Tbk dan PT Bank Mandiri Tbk memerlukan waktu hingga 3 tahun. Sekretaris kementerian BUMN menuturkan, hingga saat ini pemerintah yang diwakili oleh tim privatisasi belum memasukkan BNI dan Mandiri sebagai BUMN yang diprivatisasi. Lamanya waktu yang dibutuhkan itu terhitung sejak nama BUMN diajukan oleh tim privatisasi.(bisnis/yc)

1 komentar:

Qmunyti mobile by cup3zz mengatakan...

nice content ...keep blogwalking