BEST OFFER EVER

Fee Buy-Sell: 0,15%-0,25% sampai dengan 0,08%-0,18% minimum deposit 10 JUTA RUPIAH

20140228

Market Outlook

Daily Technical Focus 

Market Recap 
IHSG dibuka pada level terendah di 4,530 dan terus mengalami penguatan hingga
akhir perdagangan. Sempat menyentuh level 4,575 namun IHSG mengalami koreksi
sedikit saja pada penutupan di 4,568.

Indicator says 
Indikator PSAR memberikan sinyal bullish indicator stochastic memberikan sinyal
deadcross sedangkan indicator MACD masih berada di area uptrend.

Sentiment 
Hang  Seng  (HongKong Stock Exchange) mengalami  kenaikan hingga 1,74% pada
perdagangan kemarin sehingga memberikan sentiment positif pada IHSG pada
perdagangan hari ini.

Today’s prediction 
Untuk perdagangan hari  ini kami perkirakan akan menguat. Adapun support level untuk
perdagangan hari ini adalah 4,475 dan resistance level di 4,613.

Trading Strategy
Trading BUY



Market view 

Sentiment 
Hang  Seng (HongKong Stock Exchange) mengalami kenaikan hingga 1,74% pada
perdagangan kemarin sehingga memberikan sentiment positif pada IHSG pada perdagangan
hari ini.

Technical View 

Daily Chart 
Pergerakan IHSG pada perdagangan kemarin berhasil bounce dari posisi level support
indicator PSAR, hal ini dapat kita lihat pada chart figure 1. IHSG mengalami kenaikan
kemarin setelah menyentuh level support PSAR, hal ini  membuat indicator stochastic
mempunyai peluang goldencross (lingkaran hijau), namun indicator MACD telah deadcross
(lingkaran merah), sehingga jika kembali melemah pada perdagangan hari ini maka membuka
peluang penurunan lanjutan hingga batas level support garis biru, namun jika berhasil naik
pada perdagangan hari ini maka arah panah hijau yang akan terjadi.

60 Minutes Chart 
Dari chart 60 minutes yang dapat kita analisa dari figure 2 maka akan terlihat jelas bahwa
indicator PSAR memberikan sinyal bullish (lingkaran merah), indicator stochastic
memberikan sinyal deadcross (lingkaran biru), sedangkan indicator MACD masih berada di
area uptrend (kotak hitam). Sehingga dari analisa ini kita mendapatkan peluang pelemahan
IHSG lebih besar namun masih dapat naik hingga batas resistance garis biru, mengikuti arah
panah hijau namun akan kembali koreksi hingga memenuhi arah panah merah.
Dari kedua analisa kita diatas dapat kita simpulkan bahwa baik  daily chart dan 60 minutes
chart  menghasilkan sinyal  turun  namun masih  mempunyai kecenderungan mixed dalam
perdagangan intraday dimana masih ada peluang naik sedikit.


Stocks on our focus list 

PT Charoen Pokphand Tbk 
(CPIN) 
Saham CPIN mengalami kenaikan pada perdagangan kemarin, dan kembali mencoba menguji
resistance, hal ini dapat kita lihat pada figure 3. Garis biru merupakan level support untuk
trend bullish yang masih  tercipada oleh indicator MACD (kotak hijau), lingkaran biru yang
merupakan indicator stochastic memberikan sinyal deadcross beberapa hari yang lalu,
namun perdagangan kemarin rebound dan membuka peluang menembus resistance garis
merah sehingga arah kenaikan akan mengikuti panah hijau.

PT Indo Tambangraya Megah Tbk 
(ITMG) 
Pergerakan saham ITMG dapat kita analisa pada figure 4, dimana tampak telah berulang kali
saham ITMG mempunyai pattern yang terus berulang, yaitu dimana garis biru yang
merupakan breakout  trend minor, maka akan mantul mengikuti arah panah hijau. Pada
perdagangan kemarin juga mengalami kenaikan yang berpotensi mengalami panah hijau
juga. Indicator stochastic (lingkaran biru) juga telah goldencross di area oversold walaupun
indicator MACD masih berada di downtrend (kotak hitam).

PT Sumber Sawit Mas Tbk 
(SSMS) 
Secara teknikal pergerakan saham SSMS kemarin mencoba untuk breakout dari level
resistance garis biru yang high to high, hal ini dapat dilihat pada figure 5. Indikator PSAR
yang merupakan trend yang melihat posisi trend bullish atau bearish, tampak memberikan
posisi bullish pada saham SSMS. Indikator stochastic berhasil melakukan goldencross pada
perdagangan kemarin (lingkaran biru), sedangkan indicator MACD masih berada di uptrend
area (kotak hitam). Secara volume juga mendukung dimana breakout  level ini dilakukan
disertai dengan volume, ini mengindikasikan akan kuatnya breakout yang dihasilkan
sehingga untuk perdagangan selanjutnya saham SSMS akan berpeluang naik.

PT Sentul City Tbk 
(BKSL) 
Pola pergerakan saham BKSL mempunyai beberapa kemiripan yang berulang, hal ini dapat
kita lihat pada figure 6. Setiap breakout trend dari garis biru, selalu mengalami kenaikan
panah hijau. Pada perdagangan kemarin saham BKSL juga mengalami breakout dengan
indicator stochastic yang goldencross (lingkaran biru), hal ini juga berpeluang mengalami
peningkatan volume yang cukup signifikan dimana terjadi perulangan panah biru.  

PT Multipolar Tbk 
(MLPL) 
Pada perdagangan kemarin saham MLPL telah berhasil melakukan breakout dari resistance
kuatnya yang kita buat dengan menghubungkan titik high to high dan kita tandai dengan
garis biru, hal ini dapat kita lihat pada figure 7. Secara indicator breakout trend ini juga
didukung oleh indicator stochastic yang berhasil goldencross (lingkaran biru). Indicator
MACD juga berpeluang untuk goldencros pada perdagangan hari ini (kotak hitam). Sehingga
untuk hari ini rekomendasi paling tepat untuk saham yang mempunyai indicator seperti ini
adalah melakukan aksi trading buy.

PT Perusahaan Gas Negara Tbk 
(PGAS) 
Saham PGAS dapat kita  analisa dengan menggunakan channel yang kita buat dengan
channel. Kita menghubungkan titik high to high lalu membuat garis low to low maka akan
mendapatkan channel biru seperti pada figure 8. Tampak bahwa saham PGAS saat ini
mempunyai posisi di titik level  support garis biru bawah. Indikator stochastic berpeluang
goldencross pada hari ini, walaupun indicator MACD baru saja deadcross beberapa hari yang
lalu. Untuk menghadapi saham yang mempunyai indicator seperti ini maka kita memiliki
peluang risk yang lebih kecil dari pada reward karena level support yang sudah dekat.


20140227

Market Outlook

Market view 

Sentiment 
Penguatan nilai tukar Rupiah terhadap US Dollar hingga 11,648 pada perdagangan kemarin
memberikan sentiment positive untuk perdagangan hari ini.

Technical View 

Daily Chart 
Pada Daily chart IHSG kita dapat melihat bahwa penurunan kemarin berada tepat di titik
support PSAR (lingkaran biru) dan tepat berada dititik garis low to low (garis biru) yang
merupakan support kuat. Hal ini dapat kita lihat pada figure 1, sehingga IHSG mempunyai
peluang untuk rebound lebih besar untuk perdagangan hari ini. Indikator MACD (kotak hitam)
masih memberikan sinyal bullish, sedangkan indicator stochastic masih memberikan sinyal
pelemahan (lingkaran merah). Namun jikapun terjadi penurunan maka support level telihat
pada gap (garis hitam) yang ditunjukkan oleh panah merah.  Strategy buy on weakness
merupakan strategi yang terbaik dalam menghadapi situasi seperti ini karena panah hijau
yang berindikasi kenaikan juga mempunyai peluang untuk terjadi.


Intraday Chart 
Pada perdagangan intraday kemarin, tampak IHSG sempat mengalami kenaikan  hingga
4,566 namun gagal bertahan dan turun terus hingga mencapai 4,520. Akhirnya IHSG mampu
mengalami rebound pada saat penutupan pada level 4,532. Hal ini dapat kita analisa pada
figure 2.  Tetapi ada yang cukup menarik pada saat penutupan perdagangan yaitu secara
volume tampak adanya akumulasi yang cukup besar hingga mengangkat level IHSG. Ini
memberikan sentiment positive pada IHSG.
Dari kedua analisa kita diatas dapat kita simpulkan bahwa baik daily chart dan intraday chart
menghasilkan sinyal  naik  namun masih mempunyai kecenderungan mixed dalam
perdagangan intraday



Stocks on our focus list 

PT London Sumatra Tbk 
(LSIP) 
Pergerakan saham LSIP dapat kita analisa pada figure 3, dimana pada perdagangan kemarin
berhasil melakukan rebound setelah mencapai batas support indicator PSAR. Secara
trendline terdapat garis hitam yang merupakan low to low sebagai  support terkuat saham
LSIP. Indikator stochastic memberikan peluang akan adanya terjadi goldencross, indicator
MACD masih berada di area bullish. Dalam menghadapi saham seperti ini sebaiknya
melakukan strategi buy on weakness.


PT Media Nusantara Citra Tbk 
(MNCN) 
Saham MNCN pada perdagangan kemarin berhasil melakukan breakout dari resistancenya.
Hal ini dapat kita lihat pada figure 4 dengan garis hitam yang merupakan garis resistance.
Secara indicator MACD memberikan sinyal bullish (kotak hitam), sedangkan stochastic telah
berada di area overbought (lingkaran merah) namun pada perdagangan kemarin tampak
adanya penambahan volume perdagangan sehingga bisa memperkuat breakout ini
(lingkaran biru). Trading buy merupakan strategy yang dapat dilakukan dalam menghadapi
saham yang mempunyai indicator seperti saham MNCN ini.


PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk 
(PTBA) 
Saham PTBA berhasil menguat pada perdagangan kemarin, hal ini dapat kita lihat pada figure 5.
Secara indicator stochastic, saham PTBA telah 3 kali berusaha untuk keluar dari oversold, 2
lingkaran merah merupakan usaha yang gagal namun tetap mengalami kenaikan. Sedangkan saat
ini saham PTBA sedang berusaha untuk kembali keluar dari oversold, garis hitam merupakan
triangle yang terbentuk yang akan menentukan arah saham PTBA untuk kedepannya. Namun
sebagai catatan indicator MACD masih memberikan sinyal bullish (kotak hitam), sedangkan
indictor PSAR telah dua titik memberikan indikasi downtrend. Sehingga dalam menghadapi saham
yang mempunyai indicator seperti ini adalah menunggu digaris hitam bawah atau jika berhasil
breakout.


PT Alam Sutra Realty Tbk 
(ASRI) 
Pada perdagangan kemarin saham ASRI tampak mengalami pelemahan hingga 3,4% lebih, hal ini
dapat kita lihat pada figure 6. Namun penurunan ini jika kita tarik garis low to low tepat berada di
titik support level, sekaligus juga tepat berada di titik indicator PSAR (lingkaran biru). Secara
indicator MACD  (kotak hitam) memberikan sinyal deadcross, indicator stochastic juga
memberikan sinyal pelemahan lanjutan (lingkaran merah), namun volume penurunan inin sangat
kecil (lingkaran hijau). Swing yang terjadi juga dimungkinkan telah berakhirnya masa konsolidasi
( swing kuning). Dalam menghadapi saham dengan indicator seperti saham ASRI ini maka strategi
buy on weakness dapat dilakukan.


PT Bank Rakyat Indonesia Tbk 
(BBRI) 
Saham BBRI pada perdagangan hari  kemarin sempat mengalami pelemahan hingga tepat
berada dititik support ( figure 7). Namun berhasil rebound saat penutupan hingga mencapai
harga hari sebelumnya. Secara indicator MACD saham BBRI masih berada di bullish area
(kotak hitam), secara indicator  stochastic memang masih memberikan sinyal downtrend
(lingkaran merah). Panah hijau dapat saja terjadi ketika terjadi kenaikan apalagi mengingat
rebound yang terjadi pada hari kemarin. Dalam menghadapi saham yang mempunyai
indicator seperti ini sebaiknya strategi buy on weakness yang dapat dilakukan.



PT Bank mandiri Tbk 
(BMRI) 
Pergerakan saham BMRI pada perdagangan kemarin mengalami penurunan hingga 1 %, hal
ini dapat kita lihat pada chart figure 8. Indikator MACD memberikan sinyal deadcross (kotak
hitam),  indicator stochastic memberikan pelemahan lanjutan. Namun indicator PSAR masih
memberikan sinyal bullish, namun jika menarik garis low to low (garis merah), maka kita
mendapatkan bahwa area support level masih dapat terjadi namun sudah terbatas. Dalam
menghadapi saham yang mempunyai indicator seperti ini maka strategi buy on weakness
dapat dilakukan.


Market Outlook

Market Recap 

Pada hari Rabu (26/2) Indeks Dow Jones ditutup naik 18,75 poin (+0,12%) ke 
16.198,41  di  tengah  meningkatnya penjualan rumah baru di AS pada  bulan Januari. 
Minyak light sweet diperdagangkan di level USD102 per barel di New York di 
tengah  rilisnya  data pemerintah AS  yang menunjukkan turunnya persediaan minyak mentah. 
IHSG  kemarin  ditutup  turun  44,57  poin (-0,97%) ke 4.532,72  dengan  asing 
tercatat melakukan  net  sell  di  pasar reguler sebesar Rp158  miliar  dengan 
saham yang paling banyak dijual a.l. ASII, SMGR, BMRI, UNVR, dan INDF. 

Technical View 
Secara teknikal, IHSG  kemarin  sempat mengalami kenaikan hingga 4,566 
namun gagal bertahan dan turun terus hingga mencapai 4,520. Akhirnya IHSG 
mampu mengalami rebound pada saat penutupan pada level 4,532.  
Untuk perdagangan  hari ini,  kami perkirakan akan menguat. Adapun support 
level untuk perdagangan hari ini adalah 4,475 dan resistance level di 4,613. 

Trading Strategy 
Trading Buy and Buy on Weakness






News Recap    

WIKA: Sepanjang 2013, Wijaya Karya (WIKA) Cetak Laba Bersih Rp569,9 Miliar.  Kontraktor
pelat merah PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA) mencetak laba bersih senilai Rp569,9 miliar
sepanjang 2013 atau tumbuh 18,9% dari pencapaian 2012 sebesar Rp479,2 miliar.  Berdasarkan
laporan keuangan yang dirilis di Bisnis Indonesia edisi Rabu (26/2/2014), laba bersih per saham
dasar perseroan naik dari Rp77,96 menjadi Rp92,93. (Bisnis Indonesia)

MPPA: Matahari (MPPA) Raup Omset Rp11,91 Triliun.  PT Matahari Putra Prima Tbk. (MPPA)
sepanjang 2013 berhasil meraup pendapatan Rp11,91 triliun atau tumbuh 9,66% dibandingkan
dengan pendapatan pada 2012 Rp10,86 triliun. Kenaikan pendapatan tersebut diiringi dengan
kenaikan beban pokok penjualan dari Rp8,97 triliun menjadi Rp10,02 triliun. Meski demikian laba
usaha tetap tumbuh drastis 71,81% dari Rp342,5 miliar menjadi Rp588,47 miliar. (Bisnis Indonesia)

APLN: Agung Podomoro Raih Marketing Sales Rp799,9 Miliar. PT Agung Podomoro Land Tbk
(APLN), pengembang properti yang dikenal dengan proyek Central Park, membukukan marketing
sales sebesar Rp799,9 miliar sepanjang Januari 2014. Menurut Investor Relations Agung
Podomoro Wibisono dalam siaran persnya, pertumbuhan marketing sales didorong oleh proyek
Podomoro City Deli Medan (46,7%) dan proyek Orchard Park di Batam (37%). (Bisnis Indonesia)

SMGR: Semen Indonesia Kembangkan Pabrik Kemasan Baru di Banjarmasin. Produsen semen
BUMN PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. (SMGR) membuka pabrik kemasan baru di Banjarmasin,
Kalimantan Selatan, dengan total investasi senilai Rp120 miliar, pada Rabu (2014/02/26). (Bisnis
Indonesia)

SMBR: Semen Baturaja (SMBR) Siap Bagikan Dividen 20% dari Laba Bersih 2013.  Produsen
semen pelat merah PT Semen Baturaja (Persero) Tbk. (SMBR) berencana membagikan dividen
sebesar 20% dari laba bersih tahun lalu yang mencapai Rp312,18 miliar. Dengan demikian,
perusahaan yang baru melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pertengahan tahun lalu itu siap
membagikan sebagian laba bersih Rp62,4 miliar kepada pemegang saham. (Bisnis Indonesia)

INCO: Laba Bersih Vale Indonesia Anjlok 42,7%. Perusahaan tambang nikel, PT Vale Indonesia
Tbk. (INCO) mencetak laba bersih sepanjang tahun lalu US$38,65 juta atau  anjlok 42,7% dari
periode yang sama tahun sebelumnya (US$67,49 juta). Seperti dikutip dari laporan keuangan
perseroan serta siaran pers yang dipublikasikan, Rabu (26/2/2014), perseroan meraih pendapatan
US$921,6 juta, turun 4,7% dari US$967,3 juta. (Bisnis Indonesia)

AUTO: Harga Bahan Baku Naik, Laba Astra Otoparts Turun 4,5%.  Laba bersih produsen
komponen otomotif PT Astra Otoparts Tbk. (AUTO) turun 4,5% menjadi Rp1,01 triliun pada
tahun lalu akibat kenaikan harga bahan baku dan upah karyawan. Adapun, seperti disebutkan
dalam laporan keuangan perseroan, Rabu (26/2), pendapatan Astra Otoparts naik 29,3% menjadi
Rp10,7 triliun seiring meningkatnya volume penjualan untuk pabrikan, kebutuhan suku cadang,
dan pasar ekspor. (Bisnis Indonesia)

20140221

Market Out look

Technical View

Secara teknikal, pada perdagangan kemarin, IHSG kembali dibuka menguat, mengalami konsolidasi hingga pertengahan hari, namun berhasil menguat pada penutupan dan mencapai posisi tertinggi pada hari perdagangan.

Untuk perdagangan hari ini, kami perkirakan akan menguat. Adapun support level untuk perdagangan hari ini adalah 4,544 dan resistance level di 4,596.























Market Recap 

Pada hari Kamis (20/2) Indeks Dow Jones ditutup naik 92,67 poin (+0,58%) ke 
16.133,23 di tengah rilisnya laporan ekonomi dan laporan keuangan 
perusahaan. 
Minyak light sweet diperdagangkan di level USD103 per barel di New York di 
tengah dinginnya cuaca AS yang meningkatkan permintaan minyak. 
IHSG kemarin ditutup naik 5.57 poin (+0.12%) ke 4,598.22 dengan asing 
tercatat melakukan net buy di pasar reguler sebesar Rp941 miliar dengan 
saham yang paling banyak dibeli a.l. BBRI, LPPF, TLKM, BMRI, dan TRAM.




News Recap

JSMR: Jasa Marga Targetkan Kontribusi Anak Usaha Rp447 Miliar. Operator jalan tol pelat 
merah PT Jasa Marga (Persero) Tbk. (JSMR) memproyeksikan kontribusi anak usaha meningkat 
263,4% menjadi Rp447 miliar pada tahun ini dari pencapaian tahun lalu Rp123 miliar. Direktur
Keuangan Jasa Marga Reynaldi Hermansjah menuturkan setiap tahun kontribusi anak perusahaan 
terus meningkat seiring dengan meningkatnya kinerja perusahaan. (Bisnis Indonesia)

GIAA: Rights Issue Garuda Indonesia (GIAA), Harga Berkisar Rp460-Rp500/Saham. Maskapai
penerbangan pelat merah PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA) menetapkan harga
penawaran umum terbatas (PUT) I di kisaran Rp460-Rp500 per saham dengan target dana Rp1,48
triliun-Rp1,61 triliun. Target raupan dana tersebut berada di bawah target raupan dana yang
sebelumnya direncanakan perseroan sebesar Rp2 triliun. (Bisnis Indonesia)

ITMG: Laba Bersih ITMG 2013 Anjlok 46,6%. Perusahaan batu bara PT Indo Tambangraya Megah
Tbk. (ITMG) membukukan laba bersih sepanjang tahun lalu sebesar US$230,48 juta, anjlok 46,6%
dari 2012 yang sebesar US$432,04 juta. Seperti dikutip dari laporan keuangan yang dipublikasikan,
Kamis (20/2/2014), perseroan berhasil meraih penjualan sebesar US$2,17 miliar, hanya turun 10,6%
dari periode yang sama tahun sebelumnya US$2,43 miliar. (Bisnis Indonesia)

WIKA: Wijaya Karya Garap 2 Proyek Pertamina Rp1,8 Triliun. Kontraktor pelat merah PT Wijaya
Karya (Persero) Tbk. (WIKA) memperoleh kontrak proyek pengembangan terminal bahan bakar
minyak (BBM) milik PT Pertamina (Persero) senilai US$157,16 juta atau setara dengan Rp1,85
triliun. Sekretaris Perusahaan WIKA Natal Argawan Pardede menjelaskan proyek pengembangan
terminal BBM itu terdiri dari dua lokasi di Kepulauan Riau, yakni Pulau Sambu dan Tanjung Uban.
(Bisnis Indonesia)

SMGR: Semen Indonesia Finalisasi Strategi Ekspansi ke Myanmar. Grup Semen Indonesia terus
berupaya untuk mengembangkan sayapnya ke Asia Tenggara. Setelah akuisisinya atas Thang Long
Cement Vietnam, perusahaan semen milik negara tersebut berharap dapat mewujudkan
ekspansinya di Myanmar. Menteri BUMN Dahlan Iskan mengatakan salah satu opsi untuk
mewujudkan rencana tersebut adalah melalui skema joint venture dengan perusahaan lokal,
sebagaimana yang dilakukan di Vietnam. (Bisnis Indonesia)

PWON: Pakuwon Jati Bidik Penaikan Pendapatan 19,35% Tahun Ini. PT Pakuwon Jati Tbk.
(PWON) menargetkan pendapatan pada tahun ini sebesar Rp3,7 triliun, atau hanya naik 19,35%
dari perolehan 2013 yang dinilai mencapai Rp3,1 triliun. Padahal, sepanjang tahun lalu Pakuwon
Jati mampu mencetak penaikan pendapatan mencapai 43,18% dari perolehan 2012 sebesar
Rp2,16 triliun. (Bisnis Indonesia)

SMBR: Semen Baturaja Bukukan Laba Bersih Rp312,1 Miliar. Produsen semen pelat merah PT
Semen Baturaja (Persero) Tbk. (SMBR) mencatat laba bersih Rp312,1 miliar pada tahun ini atau
tumbuh 4,57% dari pencapaian 2012 sebesar Rp298,5 miliar. Berdasarkan laporan keuangan yang
dirilis di Bisnis Indonesia, meski beban usaha meningkat 8,4% dari Rp122,7 miliar menjadi
Rp133,02 miliar, produsen semen asal Palembang, Sumatra Selatan itu menunjukkan
pertumbuhan laba bersih yang signifikan. (Bisnis Indonesia)

20140219

20140217

20140214

20140213

20140212

20140211